
Jakarta, (28/62026) – Memasuki hari terakhir penyelenggaraan Festival Mikul Buah 2026, pengunjung terlihat memadati Lapangan Palapa. Direktorat Jenderal Hortikultura melalui turut hadir dalam kegiatan edukasi, Toko Tani Modern, serta promosi produk hortikultura.
Talkshow bertajuk “Budidaya Cabai dalam Pot : Mudah, Hemat, dan Menguntungkan”, hadir memberi pemahaman bahwa bercocok tanam tidak selalu membutuhkan lahan yang luas.
“Kita ketahui cabai sering dipergunakan dalam kegiatan rumah tangga sehari – hari. Dalam skala kecil, lahan sempit bisa dibudidayakan sebagai salah satu upaya mendukung ketahanan pangan keluarga. Sehingga kita bisa memanfaatkan pekarangan, teras, maupun balkon rumah untuk kegiatan bertanam,” ujar Aidil Azhar.
Fungsional PMHP ini mengingatkan perlunya penerapan budidaya ramah lingkungan, termasuk dalam pengendalian hama dan penyakit tanaman. Edukasi ini diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya sektor hortikultura dalam mendukung ketahanan pangan dan kesejahteraan petani.
“Sebisa mungkin hindari penggunaan bahan yang dapat berdampak pada kesehatan.
Bahan-bahan sederhana yang ada di rumah pun dapat dimanfaatkan sebagai alternatif untuk membantu mengendalikan hama pada tanaman,” terangnya.
Selain menjadi ruang edukasi, nuansa hortikultura juga semakin terasa melalui hadirnya berbagai stan yang didominasi oleh aneka buah segar dan produk olahan hortikultura.
Beragam hasil olahan berbahan dasar buah, seperti minuman buah segar, olahan pangan, hingga produk hortikultura lainnya menarik perhatian pengunjung.
Kehadiran stan-stan tersebut menjadi sarana untuk memperkenalkan potensi komoditas hortikultura sekaligus mendorong peningkatan nilai tambah hasil panen melalui inovasi produk olahan.
Salah seorang pengunjung, Nina Herawati, mengaku tertarik membeli minuman olahan buah, Mango Thai. Penyajiannya cukup sederhana dan menyehatkan karena menggunakan buah mangga asli tanpa tambahan apapun.
“Saya beli Mango Thai karena ini asli mangga yang langsung diblender, tanpa gula dan tanpa bahan tambahan. Suasananya juga cukup ramai dan menyenangkan. Banyak produk yang jarang saya temui sehari-hari, harganya juga lumayan terjangkau, jadi membantu masyarakat,” ujar Nina.
Menurutnya, selain menawarkan cita rasa yang segar dan sehat, kegiatan juga menghadirkan beragam produk hortikultura yang jarang ditemui dalam aktivitas sehari-hari.
Pengunjung lainnya, Abdurrahman Fadil, juga mengaku tertarik membeli es krim durian yang dijual di salah satu stan. Menurutnya, selain menawarkan cita rasa yang segar, mengkonsumsi buah – buahan meskipun dalam bentuk olahan mampu menjaga kesehatan tubuh.
“Saya beli es krim durian karena segar dan menyehatkan. Apalagi cuacanya panas, jadi pas banget buat menyegarkan badan,” pungkasnya.
