
Batang-Jateng, 21/02/2026 Kementerian Pertanian (Kementan) memantau langsung kondisi produksi dan harga cabai rawit merah di Desa Sodong, Kabupaten Batang Provinsi Jateng. Kunjungan tersebut dinahkodai Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan Freddy. Turut hadir membersamai, Kabid Hortikultura Irhas serta anggota Kelompok Tani Maju Makmur Eko Wijayanto.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk memastikan ketersediaan stok cabai di tingkat petani sekaligus memantau perkembangan harga cabai rawit merah menjelang Idulfitri.
Berdasarkan hasil pengecekan di lapangan, harga cabai rawit merah di tingkat petani masih berada di atas Harga Acuan Pemerintah (HAP).
Freddy menjelaskan bahwa kenaikan harga yang terjadi saat ini dikarenakan intensitas curah hujan yang tinggi.
“Curah hujan yang tinggi menyebabkan petani mengalami risiko losses di kebun” ujarnya.
Senada dengan hal ini, petani cabai Eko Wijayanto mengungkapkan bahwa selain faktor cuaca, keterbatasan tenaga kerja turut memengaruhi kondisi di lapangan.
“Ada beberapa faktor yang menyebabkan kenaikan harga cabai. Selain curah hujan yang tinggi, tenaga pemetik panen juga berkurang karena musim hujan dan periode awal puasa. Di sisi lain, permintaan pasar selama bulan puasa meningkat cukup signifikan,” tuturnya.
Menanggapi dinamika tersebut, Direktur alumni Hokkaido University di Jepang itu juga menambahkan, bahwa budidaya cabai dengan sistem terbuka memang memiliki tingkat risiko tinggi ketika curah hujan meningkat, mengganggu tahapan pembungaan, pertumbuhan buah cabai serta serangan penyakit tanaman.
Pembentukan harga diciptakan oleh persaingan pembelian di tingkat pengepul, sehingga petani memilih harga tertinggi yang berani kasih harga beli di tingkat kebun.
“Kenaikan harga di tingkat petani di kondisi ini bukan semata-mata untuk membeli aset, melainkan sebagai kompensasi untuk perputaran modal produksi berikutnya,” tegasnya.
Meski demikian, Kementerian Pertanian tetap optimistis bahwa dengan luasnya areal tanam cabai di Desa Sodong, pasokan ada dan akan segera membaik dan harga berangsur stabil menjelang Idulfitri.
Masyarakat dihimbau untuk tidak panik, karena pemerintah terus berupaya menjaga keseimbangangan kesejahteraan petani, keuntungan pedagang dan perlindungan masyarakat.
