
Kalimantan Selatan || 21 Agustus 2026 – Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Kementan, Freddy Lumban Gaol melakukan kunjungan kerja ke sentra kebun pepaya di Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan, guna memperluas akses pasar nasional dan mengintegrasikan hasil panen petani lokal ke dalam rantai pasok Program Makan Bergizi Gratis (MBG) melalui kemitraan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Kunjungan lapangan dipusatkan di Kelompok Tani Bina Usaha pimpinan H. Supiani yang mengelola lahan seluas 60 hektare untuk varietas Pepaya Bangkok, Hawai, dan California. Lahan tersebut memiliki kepadatan 1.300 tanaman per hektare dengan produktivitas mencapai 3 ton per hektare setiap minggunya.
Penguatan rantai pasok menjadi prioritas utama untuk mengatasi fluktuasi harga yang kerap merugikan petani di tingkat tapak.
“Selain peningkatan produksi, kepastian pasar dan penguatan rantai pemasaran adalah faktor kunci. Kami melihat peluang besar untuk mendistribusikan pepaya Tanah Laut ke Jakarta dan Pulau Jawa, sekaligus menjadikannya pemasok rutin buah segar bagi dapur SPPG,” ujar Freddy.
Saat ini harga rata-rata pepaya di tingkat petani berkisar Rp7.000 per kilogram, meski sebelumnya pernah anjlok hingga Rp800 per kilogram. Untuk menjaga stabilitas harga dan kualitas, pendampingan pemerintah akan difokuskan pada perbaikan pascapanen.
“Dukungan Kementan difokuskan pada peningkatan kualitas, kontinuitas produksi, standar sortasi dan grading, pengemasan, hingga penguatan kelembagaan tani agar mampu memenuhi kualifikasi pasar modern,” tegas Freddy.
Dengan pola panen mingguan dan potensi lahan yang luas, penguatan hilirisasi ini diharapkan mampu meningkatkan pendapatan petani, membuka lapangan kerja baru, serta mengukuhkan Kalimantan Selatan sebagai sentra pepaya berkelanjutan penyokong kebutuhan pangan nasional.
