
Karo, Sumatera Utara — Kementerian Pertanian melalui kegiatan Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka percepatan penetapan Calon Petani Calon Lokasi (CPCL) komoditas salak di BPP Sinabung Tiganderket, Kabupaten Karo, pada 2 Juni 2026. Kegiatan ini dilakukan sebagai bagian dari pengembangan klaster salak di wilayah tersebut.
FGD dihadiri oleh Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Konsultan Pusat (Project Management Consultant/PMC), Konsultan Daerah (District Implementation Team/DIT), PJ HDDAP Kabupaten Karo, kepala desa, penyuluh pertanian lapangan (PPL), pengendali organisme pengganggu tumbuhan (POPT), kepala UPT, fasilitator, tim verifikasi dan validasi (verval), serta perwakilan kelompok tani dari sejumlah desa di Kecamatan Tiganderket.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura yang juga menjabat sebagai Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, menegaskan bahwa program ini akan terus dioptimalkan di berbagai daerah sasaran melalui proses verifikasi dan validasi dalam rangka percepatan CPCL pada klaster HDDAP.
“Program Horticulture Development in Dryland Areas Project (HDDAP) saat ini tersebar di 23 kabupaten pada 13 provinsi. Percepatan kegiatan HDDAP perlu terus dilakukan agar petani memperoleh manfaat maksimal dalam meningkatkan produktivitas dan nilai tambah komoditas hortikultura di lahan kering,” ujar Freddy pada kesempatan terpisah, Senin (8/6/2026).
Ia menambahkan, percepatan finalisasi Horticultural Cluster Development Plan (HCDP) dan data CPCL menjadi langkah penting untuk memastikan program berjalan tepat sasaran, efektif, dan mampu mendorong transformasi pengembangan hortikultura di wilayah lahan kering Indonesia.
Senada dengan hal tersebut, Penanggung Jawab Wilayah HDDAP Kabupaten Karo, Henni Kristina Tarigan, menyampaikan progres pelaksanaan program HDDAP di Kabupaten Karo, khususnya untuk komoditas jeruk yang telah mulai berjalan. Ia juga menekankan pentingnya kerja sama seluruh pihak, baik di tingkat pusat maupun daerah, dalam mempercepat pelaksanaan HDDAP di Kabupaten Karo.
“Kami sangat menyambut baik program HDDAP dan terus mendukung percepatan CPCL, termasuk untuk pengembangan klaster salak di Kecamatan Tiganderket,” ujar Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karo, Michael Purba, saat diskusi bersama tim verval di ruang kerjanya.
Dalam kesempatan tersebut, PMC HDDAP Kabupaten Karo, Faisal, turut memaparkan mekanisme verifikasi dan validasi CPCL, tata cara pembentukan klaster, penentuan titik koordinat, serta data-data yang perlu dilengkapi dalam proses verval. Saat ini, kegiatan masih difokuskan pada pendataan dan pelengkapan informasi untuk penyusunan Horticultural Cluster Development Plan (HCDP).
Peserta terlihat antusias mengikuti diskusi dan menyampaikan berbagai pertanyaan terkait pelaksanaan program, kelengkapan data, perubahan rencana tanam dari komoditas salak ke kakao, hingga jadwal pelaksanaan kegiatan untuk klaster salak.
Setelah FGD, kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan lapangan untuk verifikasi dan validasi lanjutan di Desa Temburun dan Desa Penampen, Kecamatan Tiganderket, yang merupakan salah satu sentra produksi salak di Kabupaten Karo.
Melalui kegiatan FGD ini, diharapkan seluruh pihak yang terlibat memiliki pemahaman yang sama mengenai program HDDAP, sehingga pelaksanaan kegiatan di lapangan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi petani serta pengembangan hortikultura di Kabupaten Karo.
