
Bali – Pemerintah Kabupaten Buleleng berkomitmen mempercepat pelaksanaan program Horticulture Development Dryland Areas Sector Project (HDDAP) yang saat ini tengah berjalan. Terdapat empat komoditas unggulan daerah, yaitu manggis, durian, bawang merah, dan sayuran daun yang dijalankan di kabupaten ini.
Dalam koordinasi lanjutan kegiatan HDDAP di Kabupaten Buleleng, Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura Hotman Fajar Simanjuntak menekankan agar perampungan HCDP dapat sesegera mungkin.
“Setelah melihat kondisi di lapangan, dapat kami ketahui bahwa yang perlu didahulukan adalah manggis, dilihat dari sisi ketersediaan dokumen-dokumen. Lalu bersamaan kemudian, paralel dengan durian, bawang merah dan sayuran daun. Jadi keempat dokumen ini akan kita fokuskan untuk pelaksaaan HDDP tahun 2026,” ucapnya, Kamis (24/4).
Hotman menyebutkan percepatan dokumen HCDP menjadi kunci utama terlaksananya kegiatan HDDAP ini agar proses perbenihan, pelindungan tanaman, budidaya, pasca panen, pengolahan, pemasaran, sampai kelembagaan ekonominya bisa berlanjut agar target kesejahteraan petani dapat tercapai.
“Di sini kita lihat kebun durian cukup berhasil. Kita berharap komoditas durian di lokasi ini bisa menargetkan ekspor negara luar seperti Tiongkok,” lanjutnya.
Kepala Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan Kabupaten Buleleng, Gede Melandrat menyambut baik kehadiran tim pelaksana HDDAP Direktorat Jenderal Hortikultura. Hal ini menambah semangat jajarannya untuk mempercepat dokumen pendukukung.
“Dengan kehadiran tim dari pusat menambah keyakinan dan semangat kami akan terlaksananya program HDDAP ini. Buleleng ini sangat kaya komoditas pertaniannya karena masing – masing desa memiliki komoditas tersendiri, didukung oleh kondisi topografis. Jadi bukan hanya apresiasi yang saya dapat hari ini, namun juga progress hari ini yang cukup meyakinkan bahwa kesiapan kami didorong dokumen yang lengkap sehingga kolaborasi amat sangat diperlukan agar pelaksanannya sesuai dengan waktu dan searah dengan prosedur,” ujarnya.
Dirinya juga berkomitmen penyelesaian HCDP dapat diselesaikan sesegera mungkin mengikuti syarat dan mekanisme yang diatur.
“Tantangan utama saat ini adalah penyempurnaan dokumen perencanaan teknis seperti DED, RAB, dan spesifikasi teknis, serta perumusan intervensi HDDAP yang terintegrasi dari hulu ke hilir,” terangnya.
Capaian dan Perkembangan HDDAP Kabupaten Buleleng
Berdasarkan data dari Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan dan TIM DIT sebagai pelaksana penyusunan HCDP di kabupaten Buleleng bahwa hasil identifikasi CPCL by name by address untuk pengembangan HDDAP hingga April 2026 baru mencapai 21% dari total target 893 hektar. Komoditas manggis mendominasi capaian awal dengan luasan pengembangan 188 ha di Klaster Manggis Atas (104 Ha) dan Klaster Manggis Bawah (84 Ha). Manggis dari kabupaten Buleleng sudah di ekspor, sehingga diharapkan tetap dilakukan pengembangan.
Sementara itu, identifikasi CPCL untuk durian, bawang merah, dan sayuran daun telah dilakukan dan masih dalam tahap penyusunan. Data kelompok tani dan luasan lahan telah tersedia dan sedang dilakukan proses verifikasi dan validasi oleh tim daerah. Dalam review HCDP oleh pihak Project HDDAP disampaikan pentingnya penyusunan data pasar secara lebih sistematis agar penentuan komoditas dan intervensi dapat berbasis permintaan pasar (demand-driven).
Ke depan, seluruh dokumen HCDP diharapkan mencakup identifikasi kebutuhan pasar (dalam dan luar negeri), pemetaan sumber daya lokal (alam, manusia, kelembagaan, dan keuangan), budidaya ramah lingkungan, GAP hingga GHP, termasuk integrasi rencana bisnis dan pengelolaan irigasi, peningkatan partisipasi petani, pengembangan peran kelembagaan ekonomi petani (KEP), Kajian kelayakang safeguard dan ekonomi, dan komitmen percepatan melalui dukungan lintas sektor di tingkat pusat dan daerah.
