
Bogor, 8 Juni 2026 โ Kementerian Pertanian melalui Direktorat Jenderal Hortikultura menyelenggarakan Bimbingan Teknis (Bimtek) bagi Petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dan Fasilitator Program Horticulture Development in Dryland Areas Sector Project (HDDAP) di Wisma Pertanian Cipayung, Bogor, pada 8โ12 Juni 2026.
Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas sumber daya manusia dalam pengendalian Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT), memperkuat sinergi antarpetugas di lapangan, serta mendukung keberhasilan pengembangan komoditas hortikultura yang berkualitas dan berdaya saing tinggi untuk mendukung ekspor.
Bimbingan teknis dibuka oleh Sekretaris Direktorat Jenderal Hortikultura, Hotman Fajar Simanjuntak, yang menegaskan bahwa pengendalian OPT merupakan faktor kunci dalam menjaga produktivitas dan kualitas komoditas hortikultura.
“Bimbingan teknis seperti ini wajib dilaksanakan karena menjadi langkah awal mitigasi terhadap serangan lalat buah maupun organisme pengganggu tumbuhan lainnya. Sebaik apa pun kualitas komoditas yang dihasilkan, apabila terserang OPT, peluang untuk menembus pasar ekspor akan sangat sulit bahkan dapat mengalami kegagalan,” tegas Hotman.
Menurutnya, peningkatan kompetensi petugas pengendali di lapang menjadi bagian penting dalam mendukung program pembangunan hortikultura nasional yang berorientasi pada peningkatan daya saing dan keberlanjutan produksi.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura sekaligus Project Director HDDAP, Freddy Lumban Gaol, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara fasilitator dan POPT dalam menjaga keberhasilan pengembangan komoditas hortikultura di daerah.
“Sinergi antara fasilitator dan POPT sangat penting, karena keduanya merupakan garda terdepan dalam melindungi komoditas hortikultura dari serangan hama dan penyakit.
Melalui bimbingan teknis ini, upaya mitigasi dapat dilakukan sejak dini sehingga risiko gagal panen dapat diminimalkan,” ujar Freddy.
Freddy menjelaskan bahwa pelaksanaan bimbingan teknis selama 5 (lima) hari tersebut dirancang dengan pendekatan yang lebih aplikatif melalui kombinasi penyampaian materi dan praktik langsung di lapang.
“Banyak pengetahuan dan pengalaman yang dapat dibagikan dalam kegiatan ini. POPT dan fasilitator HDDAP merupakan ujung tombak pembangunan hortikultura di daerah, sehingga proses pembelajaran lebih banyak diarahkan pada praktik lapang agar dapat diterapkan secara efektif,” jelasnya.
Materi dalam bimbingan teknis disampaikan oleh para narasumber dan akademisi dari IPB University, Universitas Gadjah Mada (UGM), Universitas Jember, dan UPTD Balai Proteksi Tanaman Pangan dan Hortikultura D.I. Yogyakarta yang memberikan penguatan mengenai strategi pengendalian OPT secara terpadu dan berkelanjutan.
Jamal Padang, Salah satu peserta (fasilitator) HDDAP asal Pakpak Bharat, mengaku antusias mengikuti kegiatan bimtek, karena memberikan pengalaman ilmu yang sangat bermanfaat.
“Saya sangat bersyukur mendapat kesempatan mengikuti bimbingan teknis ini. Banyak materi dan praktik yang kami peroleh untuk diterapkan di lapangan. Kami berharap kegiatan seperti ini dapat terus dilaksanakan guna meningkatkan kapasitas fasilitator dan petugas pengendali OPT di daerah,” ungkap Jamal.
Melalui penyelenggaraan bimbingan teknis ini, Direktorat Jenderal Hortikultura berharap kapasitas SDM POPT dan fasilitator HDDAP semakin meningkat, sehingga mampu memperkuat sistem pelindungan tanaman, menjaga produktivitas komoditas hortikultura, serta mendukung terciptanya hasil panen yang berkualitas, berdaya saing tinggi serta berorientasi ekspor.
