
Jakarta — Kementerian Pertanian (Kementan) memastikan ketersediaan stok cabai nasional dalam kondisi aman menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah. Kepastian tersebut disampaikan jajaran Direktorat Jenderal Hortikultura Kementan dalam kegiatan koordinasi bersama jaringan Champion Cabai Indonesia di Jakarta, menjelang momentum hari besar keagamaan nasional, melalui pemantauan intensif di sentra produksi dan pasar utama guna menjaga stabilitas pasokan serta harga cabai di masyarakat.
Dirjen Hortikultura Kementerian Pertanian, Muhammad Taufiq Ratule, menegaskan bahwa neraca produksi cabai nasional pada Mei 2026 masih menunjukkan kondisi surplus sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan pasokan.
“Berdasarkan data neraca produksi Mei 2026, komoditas cabai besar mengalami surplus sebesar 1.359 ton, sedangkan cabai rawit merah surplus sebesar 42.614 ton. Kondisi ini menunjukkan produksi nasional masih mampu memenuhi kebutuhan masyarakat dalam menghadapi momentum Idul Adha,” ujar Taufiq
Senada dengan itu, Direktur Sayuran dan Tanaman Obat Kementerian Pertanian, Muhammad Agung Sunusi, menjelaskan kepada pewarta hasil pemantauan lapangan di sejumlah sentra produksi menunjukkan pasokan cabai masih terjaga dan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat hingga Idul Adha.
“Berdasarkan informasi dan pemantauan lapangan, terutama di daerah sentra, stok cabai dalam kondisi aman. Kami juga menginstruksikan agar ketersediaan stok di pasar-pasar utama dipastikan tercukupi untuk hari H hingga H+1 Idul Adha,” ujar Agung
Doktor Pertanian Jebolan Universitas Negeri Jakarta itu membeberkan langkah antisipasi tersebut penting dilakukan karena pada hari H dan H+1 Idul Adha umumnya petani melakukan libur petik sehingga distribusi pasokan perlu dipersiapkan sejak dini.
Ketua Asosiasi Champion Cabai Indonesia, Ardhi, menyampaikan bahwa kondisi stok cabai di wilayah binaan Champion Cabai Indonesia relatif aman. Bahkan, dalam waktu dekat sejumlah sentra produksi cabai merah keriting diperkirakan memasuki masa panen raya yang akan menambah pasokan di pasar.
“Stok di sentra binaan Champion Cabai Indonesia masih aman. Bahkan, cabai merah keriting akan memasuki panen raya di beberapa titik sentra produksi. Namun demikian, serangan Organisme Pengganggu Tumbuhan (OPT) akibat anomali iklim masih menjadi tantangan dalam menjaga produksi tetap optimal,” kata Ardhi.
Sementara itu, Champion Cabai Bandung, Juhara, mengatakan pengamanan pasokan tidak hanya dilakukan melalui penguatan budidaya di tingkat petani, tetapi juga melalui percepatan dan optimalisasi panen untuk menjaga ketersediaan stok selama periode Idul Adha.
“Strategi optimalisasi panen terus dilakukan untuk menambah stok pada momentum Idul Adha. Dalam beberapa hari terakhir, saya juga meminta para pekerja melakukan panen dua kali setiap hari agar pasokan cabai di pasar tetap terjaga,” ujar Juhara.
Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah, pelaku usaha, dan jaringan Champion Cabai Indonesia akan terus memperkuat koordinasi untuk menjaga stabilitas pasokan dan harga cabai selama momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
