
Jelang memasuki bulan suci Ramadhan 1447 H, Pemerintah melalui Kementerian Pertanian intensif melakukan pemantauan lapang langsung ke sentra-sentra produksi utama bawang merah, tak terkecuali di jantung produksi terbesar yaitu Kabupaten Brebes Jawa Tengah. Hingga akhir 2025 lalu, Brebes masih mencatatkan diri sebagai jawara nasional dengan produksi mencapai 402.097 ton, setara luas panen 27.787 hektar. Kontribusi produksi bawang merah Brebes mencapai 18,4% produksi nasional atau 69% produksi Jawa Tengah
Direktur Sayuran dan Tanaman Obat, Ditjen Hortikultura Kementan, Muhammad Agung Sunusi saat meninjau langsung lahan bawang merah Banjaranyar Desa Krasak Kecamatan Brebes pada hari Minggu (25/2) menyebut pihaknya optimis pasokan bawang merah periode puasa hingga lebaran aman. Kesimpulan tersebut didasari fakta banyaknya lahan-lahan penanaman bawang merah di Brebes yang siap panen. “Total luas tanam bawang merah periode Januari – Februari 2026 untuk Brebes tercatat mencapai 4.785 hektar. Luas panen Februari – Maret 2026 diperkirakan 3.290 hektar dengan produksi setara rogol sekitar 24.000 ton. Stok di gudang salah satu champion kami cek ada 500-an ton. Sangat membantu untuk pengamanan pasokan nasional, utamanya ke pasar Jabodetabek,” ungkap Agung yakin.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Brebes, Hendri Adi Komara saat ditemui di lokasi yang sama menyebut kesiapan wilayahnya mensuplai bawang merah saat puasa hingga lebaran nanti. “Brebes ini produksi ada sepanjang tahun, tidak pernah kosong. Sentranya hampir di seluruh kecamatan, diantaranya yang terbesar di Larangan, Brebes, Wanasari, Bulakamba, Losari dan Tanjung. Para petani juga sudah mampu mengatur pola tanamnya menyesuaikan musim dan kebutuhan pasar. Untuk puasa dan lebaran tahun ini kami optimis aman,” tandas Hendri.
Senada, Ketua Umum Asosiasi Bawang Merah Indonesia yang juga champion bawang merah Brebes, Dian Alex Chandra memastikan pasokan untuk puasa dan lebaran aman terkendali. “Secara umum produksi masih aman terkendali. Produksi di lahan-lahan offseason aman. Tantangannya saat ini adalah cuaca, curah hujan yang tinggi berpotensi menyebabkan banjir di lahan dataran rendah. Alih komoditas dari bawang merah ke padi juga cukup marak saat ini yang dipicu harga benih bawang merah di tingkat petani yang cukup tinggi. Kami mengusulkan pemerintah untuk melakukan intervensi,” ujar Alex.
Dihubungi terpisah, Direktur Jenderal Hortikultura Kementan, Muhammad Taufik Ratule, mengatakan bahwa pasokan bawang merah saat ini masih sangat aman. Menurut Taufik, perintah Menteri Pertanian yang juga sebagai Kepala Badan Pangan Nasional sudah sangat jelas dan tegas. “Amankan pasokan dan harga kebutuhan pangan pokok termasuk bawang merah. Indonesia sudah swasembada bawang merah bahkan sudah ekspor setiap tahunnya. Kami sudah cek kondisi pasokan dalam negeri hingga lebaran nanti terpantau terkendali. Kami libatkan para petani champion dan pelaku usaha untuk menjaga pasokan dan harga tetap aman sesuai Harga Acuan Pembelian atau Penjualan (HAP) yakni di kisaran Rp 25.000 – 30.000/kg di tingkat produsen dan Rp 36.500 – 41.500/kg di tingkat konsumen,” beber Taufik. “Jika HAP tersebut bisa diamankan, petani dan pedagang untung, konsumen pun tersenyum, masyarakat lebih tenang menjalankan ibadah di bulan Ramadhan nanti,” pungkasnya.
