
Sumedang 13 Februari 2026 || Kementerian Pertanian (Kementan) melaksanakan kunjungan lapangan ke sentra cabai rawit merah di Kecamatan Pamulihan, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Kegiatan ini bertujuan memastikan ketersediaan pasokan serta menjaga stabilitas harga cabai menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Dalam kunjungan tersebut, tim Ditjen Hortikultura Kementan didampingi oleh perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang serta Aceng ketua Kelompok Tani Mukti.
Perwakilan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Sumedang, Wawan, menyampaikan bahwa Kabupaten Sumedang memiliki sejumlah sentra penghasil cabai, salah satunya di Kecamatan Pamulihan yang saat ini tengah memasuki panen ke-8.
“Kabupaten Sumedang memiliki beberapa sentra penghasil cabai, dan Pamulihan ini menjadi salah satu andalannya. Saat ini sudah memasuki panen ke-8, mudah-mudahan produksi ini dapat membantu menjaga stabilitas harga, khususnya di kota-kota besar,” ujar Wawan.
Sementara itu, Aceng Champion Cabai dari Kelompok Tani Mukti menjelaskan bahwa dari total luasan lahan yang ada, saat ini sekitar 10 hektare yang dapat dipanen. Keterbatasan panen terjadi akibat berbagai faktor, termasuk curah hujan tinggi yang menyebabkan beberapa jenis cabai belum dapat dipanen secara optimal. Ia juga menyampaikan bahwa kenaikan harga cabai beberapa waktu lalu dipengaruhi oleh terbatasnya pasokan di pasar.
“Dari sekian banyak lahan, saat ini sekitar 10 hektare yang bisa dipanen. Kenaikan harga kemarin juga karena pasokan terbatas dan beberapa jenis cabai belum bisa dipanen akibat curah hujan yang tinggi,” jelas Aceng.
Meski demikian, ia memperkirakan stok cabai akan semakin melimpah mendekati Idulfitri seiring dengan masuknya masa panen lanjutan.
“Kami perkirakan menjelang Idulfitri stok akan semakin melimpah, sehingga harga bisa lebih stabil,” tambahnya.
Dari sisi harga, cabai di tingkat petani saat ini sudah berangsur angsur mengalami penurunan dari kisaran Rp70.000–Rp75.000 per kilogram menjadi sekitar Rp60.000 per kilogram. Kondisi ini menunjukkan mulai membaiknya pasokan di tingkat sentra produksi.
Direktur Hilirisasi Hasil Hortikultura Freddy Lumban Gaol menilai bahwa kantong-kantong sentra cabai di Sumedang dalam kondisi cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menjelang Ramadan dan Idulfitri.
Ketokohan para champion dalam kelembagaan kelompok tani telah mampu mengangkat kapasitas petani anggota dalam membaca market dan efisiensi rantai pasok.
Poktan di daerah ini juga akan diperkuat dalam Proyek Horticulture Development in Dry Area Programme (HDDAP).
Kementerian Pertanian bersama pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan terus bersinergi dalam menjaga kesinambungan produksi, distribusi, serta stabilitas harga cabai.
“Dengan kondisi produksi yang terjaga dan koordinasi lintas sektor yang solid, masyarakat diharapkan tetap tenang karena pasokan cabai dipastikan aman dan mencukupi kebutuhan nasional*, Tutupnya.
